Home Idea Transfer Emosi (by Rizal Malawi)
Transfer Emosi (by Rizal Malawi)
Riza Malawi November 24, 2016 3
![]() |
| Image source : astrologyy-gifs.tumblr.com |
A. Emosi Merupakan Buah Pemikiran atau Perasaan?
![]() |
| Image source : http://mind-hacks.wonderhowto.com |
Tanyakan pada diri anda baik-baik, darimana emosi itu berasal? Ketika kita mengalami sesuatu hal, otak kita dapat dipastikan akan bekerja untuk merespon kejadian yang kita alami. Baik kejadian yang menyenangkan, menakutkan, maupun menjengkelkan. Menurut peneliti Farouk Radwan di bukunya yang berjudul The ultimate guide to getting over depression, alam bawah sadar kitalah yang mengontrol datang nya perasaan emosi atau amarah untuk pertama kalinya. Sehingga itu sebabnya kita kerap tidak bisa mengontrol emosi yang sudah terlanjur terjadi namun ternyata emosi ini seharusnya tidak diharapkan. Alam bawah sadar yang negatif akan mengambil alih tindakan kita yang akan menjadi buruk pula. Kebanyakan emosi yang dipermasalahkan oleh sebagian besar manusia adalah emosi karena sesuatu yang menyebalkan. Sehingga respon negatif sangat sering diproduksi oleh otak ketika mengalami sesuatu hal yang menjengkelkan.
Sebelum kita dikontrol oleh alam bawah sadar, duduklah sejenak dan berpikir. Pikirkan apakah yang membuat rasa kesal datang. Refleksikan pertanyaan-pertanyaan berikut terhadap diri anda:
· Dari mana dan dari siapa datangnya emosi anda ?
· Akankah kebahagiaan diri sendiri dan lingkungan terganggu saat emosi diluapkan ?
· Layak kah anda memilih jalur kekecewaan yang tidak perlu ?
· Akan kah perasaan anda membaik atau malah terpuruk setelah marah ?
· Lalu bagaimana perasaan orang lain yang mungkin saja seharusnya tidak bersalah ?
Bagaimana akal sehat anda menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut ? Sesungguhnya luapan emosi yang merugikan datangnya dari pemikiran yang dikontrol oleh alam bawah sadar anda sendiri. Jadi terburu-buru saat merespon suatu perkara yang menurut anda buruk, dapat merusak hari anda sendiri dan membuatnya semakin rumit. Pikirkan juga jalan damai yang mungkin ditawarkan oleh orang lain, karena tidak ada salahnya untuk saling menerima dan mendukung.
· Dari mana dan dari siapa datangnya emosi anda ?
· Akankah kebahagiaan diri sendiri dan lingkungan terganggu saat emosi diluapkan ?
· Layak kah anda memilih jalur kekecewaan yang tidak perlu ?
· Akan kah perasaan anda membaik atau malah terpuruk setelah marah ?
· Lalu bagaimana perasaan orang lain yang mungkin saja seharusnya tidak bersalah ?
Bagaimana akal sehat anda menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut ? Sesungguhnya luapan emosi yang merugikan datangnya dari pemikiran yang dikontrol oleh alam bawah sadar anda sendiri. Jadi terburu-buru saat merespon suatu perkara yang menurut anda buruk, dapat merusak hari anda sendiri dan membuatnya semakin rumit. Pikirkan juga jalan damai yang mungkin ditawarkan oleh orang lain, karena tidak ada salahnya untuk saling menerima dan mendukung.
C. Anda Kecewa akan Keburukan Suatu Hal atau karena Keburukan Ego Anda Sendiri?
![]() |
| Image source : www.proprofs.com |
Ketika kita kecewa mungkin ada beberapa hal yang perlu kita pikirkan untuk memperbaiki semuanya. Manusia memiliki rasa kekecewaan yang wajar dan tidak wajar. Rasa kekecewaan yang wajar akan terjadi apabila seseorang melakukan perbuatan yang merugikan pada orang lain. Sehingga orang yang menerima perbuatan tersebut merasa dirugikan dan kecewa. Selain itu kekecewaan juga bisa muncul tanpa ada perbuatan tercela, melainkan kekecewaan muncul akibat ego yang dimiliki oleh pribadi itu sendiri. Sehingga karena merasa tidak sesuai dengan harapannya maka kekecewaan muncul dan meluapkan emosi.
"Gunakan segala pertimbangan yang cerdas untuk mendaur ulang emosi yang anda lepaskan. Karena emosi akan selalu ditransferkan kepada lingkungan dimana kita meluapkan emosi kita"
Kita semua pernah meluapkan emosi. Pernahkan kita memperhatikan baik-baik pada lingkungan dimana kita tinggal? Luapan emosi kerap sering terjadi pada mereka yang bahkan kita sayangi. Pernahkah kita berfikir untuk apa emosi buruk itu kita luapkan untuk mereka yang kita sayangi? Semua manusia pasti pernah melampaui batas emosinya dan disitulah kita semua dituntut untuk berfikir dan mempelajarinya. Emosi yang kita lepaskan akan selalu direspon oleh orang disekitar kita. Kita marah meluap-luap,orang disekitar kita bisa merasa takut atau malah jengkel. Kita bersedih dan menangis, orang disekitar kita mungkin akan ikut sedih. kita bahagia, mungkin sebagian dari orang terdekat kita akan ikut bahagia, biasa-biasa saja dan atau bahkan merasa iri dengan kebahagian kita. Itulah yang saya maksud dengan emosi yang dilepaskan dalam bentuk energi akan segaris lurus dengan hukum kekekalan energi. Lalu bagaimana cara mengatasi emosi yang buruk agara tidak kekal setelah kita lepaskan ?
1. Meminta Maaf, Memaafkan Diri Sendiri & Orang lain
![]() |
| Image source : https://thewaywereallylive.wordpress.com |
Hal ini sangat terbukti bisa meredam rasa emosi untuk jangka panjang. Sebagian orang membutuhkan ini sebagai pengakuan untuk keberlanjutan hubungan yang harmonis.
Emosi merupakan energi dan kekuatan yang sangat powerful untuk dijadikan amunisi dalam mengerjakan segala hal. Apabila memang seperti itu, mengapa tidak menyalurkannya kepada hobi atau kegiatan yang positif ? Misalnya transferkan energi itu untuk membereskan rumah, berolah raga, atau memperkuat hobi anda lainnya. Saya sangat meyakini kondisi tersebut akan mampu memperkuat rasa ketangguhan sehingga anda akan jauh lebih tahan banting ketika melakukan kegiatan positif dari penyaluran luapan emosi yang muncul pada diri.
3. Biarkan Orang Lain Melihat Hasil Luapan Emosi yang Positif
![]() |
| Image source : http://s122.photobucket.com/user/Daneelo/media/ET%20other/Protests/ObamaCheeringcrowds.jpg.html |
Ketika anda telah menyelesaikan kegiatan atau mendapatkan sebuah pencapaian yang mungkin tidak anda bayangkan sebelum anda meluapkan emosi anda untuk pencapaian tersebut, maka biarkan orang lain melihat hasilnya. Ingat hukum kekekalan energi. Setelah anda melepaskan emosi anda maka energi tersebut akan selalu ditransferkan. Biarkan orang lain melihat dan mengerti pencapaian anda. Sehingga luapan emosi yang mungkin awalnya dapat menciptakan sebuah kekacauan, maka dengan metode cerdas anda, orang lain justru akan terkagum pada pencapaian yang anda buat. Entah itu sebuah pencapaian kecil maupun besar, tetaplah menjadi sebuah pencapaian yang positif jika anda bijak mentransferkannya. Ketika ada orang lain yang tidak menyukai atau mencari-cari kesalahan anda disaat pencapaian sudah anda raih, maka jangan tanyakan pada pencapaian yang anda buat. Biarkan orang tersebut mempelajari cara terbaiknya untuk berfikir. Tugas anda adalah menyalurkan energi positif sebisa mungkin.
"Tunjukkan pada lingkungan anda bahwa segala sesuatu dapat dilihat sisi positifnya, sehingga orang lain akan berfikir ulang untuk melakukan tindakan negatif kepada pencapaian yang anda raih"
Sekian untuk artikel mengenai pengendalian emosi dan pencapaian ini. Jangan berhenti berdisuksi untuk menambah pengetahuan! Bagikan pemikiran anda dadn biarkan saya mengetahuinya dan jadilah sebuah inspirasi! Selamat menjalankan dunia yang positif.
Salam
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
First Launched Article
Kelahiran dari Kebaruan (by Rizal Malawi)
"Sama halnya dengan bayi-bayi yang membutuhkan orang tua mereka untuk menuntun tumbuh kembangnya, para penulis membutuhkan pembaca u...







Berdamai dengan masa lalu, belajar dari kegagalan yg ada, melompat lebih tinggi 😁 Selamat berbenah dan melanjutkan perjuangan 😇
ReplyDeleteKeep writing jal, cannot wait the next post 😂
Thank you Lus! Finally found the way to better feelings.
Deletea great article! emang kadang negative vibe harus bisa disaluran secara positif. it's all in your head, tergantung cara kita managenya aja. nice post!
ReplyDelete